TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DI BLOG GRIYA CINUNUK INDAH RW 17 PUNYA SELERA
Tampilkan postingan dengan label SAMPAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAMPAH. Tampilkan semua postingan

Siapa yang bertanggung jawab terhadap Sampah



Agar kita dapat menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya kita menganalisa proses terjadinya “Sampah” secara umum. Kalau sampah dari Rumah awalnya berasal dari Dapur, sisa Makanan dan sampah lainnya … biasa disebut sampah basah termasuk daun kering dari pohon dihalaman rumah, selanjutnya ada yang disebut sampah kering, sampah kering ini bisa terdiri dari kertas, plastic, bekas air mineral, pecahan gelas/kaca, ban bekas, battery bekas dan lain-lain,    singkatnya… ada Sampah Organik (basah) dan Anorganik (kering) dengan demikian sebaiknya mulai dari rumah,  kita sudah memisahkan sampah agar bisa diolah kembali atau didaur ulang sehingga bermanfaat. Pemisahan sampah ini juga menguntungkan kita apabila Pemulung mengorek sampah… pasti yang ada ditempat sampah kering saja .
Jika kita mendaur ulang sampah…. ada dua (2) keuntungan yang didapat, pertama mengatasi menumpuknya sampah dan yang kedua memperoleh manfaat lain dari hasil daur ulang yang bisa juga mendatangkan uang.
Permasalahan yang timbul jika kita sudah pisahkan sampah organik dan anorganik… ketika di angkut truck sampah akan tercampur kembali… sia-sialah kerja kita… Dalam hal ini sebetulnya pihak Pemerintah sudah tau cara terbaik penangan sampah di Kota Bandung ini, tapi Pemerintah mengambil jalan pintas membuang sampahnya ke daerah Cipatat, yang dipandang dari segi Dana itu paling murah dan cepat… namun sebenarnya Pemerintah Daerah ini sedang memasang BOm waktu yang akibatnya tidak kalah hebat dengan Bom rakitan Nurdin M.Top, itu kalau penanganannya sama dengan yang di Leuwi Gajah
Ada lagi contoh penanganan sampah yang boleh dibilang salah … yaitu dengan cara di bakar pakai Insenerator, RW tetangga kita mendapat bantuan dari Desa dan swadana masyarakat telah membuat Insenerator, yang menghabiskan dana sekitar Rp.20 juta maksud dan tujuannya sangat baik jika dilaksanakan sesuai fungsi dan kegunaan Insenerator, setelah selesai dibangun… masyarakatnya tidak ada yang mau menangani pembakaran sampah… apa yang terjadi sekarang… sampah ditumpuk dihalaman Insenerator dan dibakar diluarnya saja tanpa dimasukkan ke dalam Insenerator…akibatnya lama-lama sampah menumpuk juga, karena tidak bisa terbakar habis….. sia-sialah alat yang dibangun dengan Dana yang tidak sedikit itu. Gimana yaaa ?
Sampah Organik pada umumnya tidak berbahaya, tetapi aromanya bau busuk, sampah Anorganik umumnya tidak bau tapi bisa mengandung racun atau yang disebut limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun) masih banyak orang yang kurang memahami Limbah B3 ini, contoh yang termasuk limbah B3 yang sering terdapat disekitar rumah kita… Battery bekas, bekas Ban Mobil/Motor ini sering dianggap tidak berbahaya dan tidak beracun…karena tidak bau dan dampaknya tidak jelas…karena kita tidak tahu kapan racun itu mulai bekerja… bisa lima(5) atau 10 tahun baru muncul nah.. hati-hatilah …. jauhkan benda-benda beracun dari kita dan anak-anak kita… masih banyak benda benda yang termasuk limbah B3 bukan hanya batrery dan ban saja.. coba kita cari dirumah kita (digudang) adakah barang-barang mainan bekas yang elektronik…. bekas PS atau Joistick kalau bisa dibuang saja atau dibakar…
Terus bagaimana yaa penanganan sampah elektronik di Indonesia..? Komputer bekas, HP bekas, barang-barang ini jelas limbah B3, tapi kayaknya Pemerintah belum terpikirkan masalah ini, boro boro mikir limbah B3, ngurusin orang yang Korupsi saja belum tuntas, malah pada cakar-cakaran antar Institusi maupun antar Pejabat….
Kembali ke pertanyaan awal Siapa yang bertanggung jawab terhadap Sampah ?  Pertanyaan ini saya lontarkan karena saya yakin betul bicara mengenai SAMPAH… semua orang di Indonesia pastinya sudah tahu dan mengerti cara pengelolaannya, bahkan sering ditanyangkan dimedia TV maupun media lainnya  tentang pengelolaan sampah secara komprehensif dan bermanfaat, anehnya Pemerintah tidak mendukung untuk bisa diimplementasikan ke seluruh masyarakat Indonesia.
Penulis ber andai andai.. apabila GCI-RW17 dapat mengelola sampah dengan baik dan hasilnya lingkungan bersih, rapih dan sehat serta menghasilkan Pupuk dari sampah yang dapat dijual, kemudian kita usulkan kepada Pemerintah Daerah agar diadakan Lomba Pengelolaan Sampah antar RW seluruh Kabupaten  Bandung atau bahkan seluruh Indonesia… dan Pupuk dari sampah ini harus dibeli oleh Pemerintah untuk para Petani sebagai pengganti Pupuk Subsidi yang sering bermasalah itu …  bisa gak yaaa ?
Sedikit lagi yaa bacanya….  jika sudah membaca tulisan ini  … kemudian tahu dan memahami masalah sampah…  bagaimana sikap anda ?  :
a.      Cuma sekedar sebagai bahan bacaan saja
b.      Sampah kan sudah ada yang ngurus ( di angkut truck sampah )
c.       Buat apa ada iuran bayar sampah..
d.      Memisahkan sampah basah dan sampah kering
e.       Membahas tulisan ini dengan tetangga agar bisa dipikirkan bersama
f.       Mengusulkan kepada Pengurus RT/RW agar dibentuk Pansus Pengelolaan Sampah           ( Pansus…?!    hi hi hi…. Kayak anggota DPR aja bentuk Pansus )

07 – 01 – 2010  By : Agus Auditor – A12/9 GCI

MENGATASI SAMPAH RUMAH TANGGA SECARA SANGAT SEDERHANA

Sampah di sekitar lingkungan kita kadang tidak ter angkut yang pada akhirnya menimbulkan bau...dan banyak lagi yg akan di timblkan dari tumpukan sampah itu,....bahkan di rumahku justru banyak sampah dedaunan...karna kebetulan rumahku di kelilingi pohon2...awalnya bingung mau di buang kemana...tapi atas saran suamiku sebaiknya di jadikan pupuk kompos saja...akhirnya saya membuat pupuk dari sampah2 itu secara sederhana.

Saya mempunyai bak mandi yg tdk terpakai dan bak sampah yang kosong.. sampah daun dan juga sampah basah ( sayuran) di potong kecil -kecil , . ada air kelapa, sayur sop..sayur asem yg tidak dimakan lagi, masukan semua ke dalam bak atau tempat yg besar atau bisa juga bikin lobang di tanah ...kemudia tutup pakai pelastik....selama 2 atau 3 minggu bahkan 1 bulan, sampai sampah hancur.

Buka tutup pelastiknya , agar tidak ter lalu basah angin-anginkan dan siap di gunakan....dan kalau ingin cepat hancur pakai sedikit UREA....Apalagi jika kita mempunyai mesin penghancur daun mungkin akan banyak pupuk yg di hasilkan Kalau sampah di kelolalagi secara benar , mungkin selain akan menjadikan lingkungan kita bersih, lingkungan kita hijau,juga akan menghasilkan rupiah dari sampah yang telah menjadi pupuk kompos atau pupuk organik

kiriman Ibu Iis fatimah
winking;)winking

SAMPAH

Sampah yang selalu menjadi momok bagi semua orang, bau yang tak sedap juga bikin kumuh dan menjadikan sumber bakteri apa lagi di kota kembang ini yang telah memakan korban gara-gara sampah. Dilingkungan kita ini khususnya di RW tetangga tepatnya di belakang blok A12 masyarakatnya yang membuang sampahnya tepat dibelakang rumah warga kita. Tapi sekarang kita bersyukur dengan adanya bantuan Pemerintah dan bantuan dana tersebut tidak digunakan kepada kegiatan yang lain, kepedulian masyarakat RW tetangga kita terhadap sampah ini (kita acungi jempol),mereka telah membuat TPS (Tempat Pembuangan Sampah) dengan sistim tungku bakar walaupun lokasi TPS masih dilingkungan itu, tapi setidaknya tidak secara langsung berdampingan dengan tembok rumah warga yang ada di lingkungan RT.03. Keprihatinan justru ada dilingkungan GCI sendiri masih ada warga yang belum mempunyai tempat sampah sendiri,sampah ini dibuang di tong sampah tetangga sebelahyang akhirnya jadi masalah,malah ada yang dibuang disawah dan kapling tanah kosong yang lebih jorok lagi sampah dimasukan kantong plastik lalu di gantung dipagar depan rumahnnya! Sebenarnya apa dan siapa yang salah ?.............( sok emutan)................ Padahal di GCI ini sampah di angku dinas kebersihan walaupun 1 minggu 1 x yang penting kita ga cape tuk buang sampah ini. Lalu kapan ya! RW.17 dapat bantuan ? .......................................................b@h...om....................... Menghadapi sampah saya kira tidak perlu bantuan.... Sebenarnya bisa di mulaii dari hal2 yg kecil dulu or mulai dari tiap rumah untuk me manage sampah itu sendiri... Sering sudah ditampilkan di media cetak n tv cara mengelola sampah rumah tangga... Diantaranya dengan memilah antara sampah Organik dan un organik.... Sampah organik bisa di olah menjadi kompos...yg unorganik mgkin masih bisa di manfaatkan oleh pemulung yg rajin bongkar2 tempat sampah kita... Teknis pengolahan sampah organik menjadi kompos....saya yakin warga sudah memahaminya...Salah satu contoh yg sederhana adalah dengan mengubur sampah organik ke dalam tanah...Insa Alloh tanpa bau dan pastinya tanah akan bertambah subur....sudah di buktikan oleh Pak Agus....Pohon Lengkeng didepan rumah beliau tumbuh subur dan berbuah banyak...menurut informasinnya...beliau selalu mengubur 'cangkan udang' or may be 'jeroan lauk' ke dalam media tanah pohon lengkeng sebelum lengkeng itu di tanam...hasil nya...tanah menjadi subur dan pohonnya menghasilkan....terbuktos.
..tos... Biasanya untuk memulai memang berat or no time alias sibuk...cenah mah... Tapi dengan keyakinan bahwa kita bisa memanage sampah....kalau sudah der mah...pasti bisa..... Tanamkan pengertian sama keluarga kita dulu, ibu2 mulai saat ini memilah sampah organik n unorganik...Bpk2 menyediakan tmpat sampah pengolah kompos/langsung menguburkannya...anak2 bantuin ibu bpknya...tah lumayan ...pembelajaran juga.... Insya Alloh sampah bukan lagi jadi masalah buat GCI....Amien.. .............................Rahman Maulana..............