TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DI BLOG GRIYA CINUNUK INDAH RW 17 PUNYA SELERA
Tampilkan postingan dengan label Posyandu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posyandu. Tampilkan semua postingan

KEGIATAN POSYANDU DAN POSBINDU PTM

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat untuk mencapai hal tersebut diperlukan kegiatan yang dapat menciptakan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan, adapun kegiatan yang dapat menciptakan partisipasi masyarakat dibidang kesehatan salah satunya ialah Posyandu.

Bukan hanya Posyandu saja  Posbindu PTM sekarang lagi digalakan sebagai mana disampaikan oleh dr.Catarina Irvanti dari Puskesman Desa Cinunuk pada acara penyuluhan dan pencegahan penyakit tidak menular di lingkup RW 17 Griya Cinunuk Indah  pada hari Sabtu  tanggal 4 Maret 2017, disebutkan bahwa saat ini peningkatan prevalensi penyakit tidak menular telah menjadi ancaman yang serius, khususnya dalam perkembangan kesehatan masyarakat.

Salah satu strategi yang dikembangkan pemerintah untuk mengendalikan penyakit tidak menular ini, kemudian dikembangkan model Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM.

Posbindu PTM merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor risiko secara mandiri dan berkesinambungan. Pengembangan Posbindu PTM dapat dipadukan dengan upaya yang telah terselenggara di masyarakat.

Melalui Posbindu PTM, dapat sesegeranya dilakukan pencegahan faktor risiko PTM sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan diantaranya dengan melakukan kegiatan:
a.    Senam Sehat dengan teratur pola makan dll
b.    Pemeriksaan rutin
· Sekening Penyakit tidak menular antara lain :
· Hipertensi
· DM
· Obersitas
· Asma
· Kanker  Cervix dan Payudara
c.     Penyuluhan

KEGIATAN ANTARA LAIN :
Sebelum senam pagi diawali dengan selfi dulu sebelum bedak luntur...... kalau luntur hasil jepretannya ...bisa mubajir...wkwkwkwk wkk






 Lanjut dengan senam sehat Bandung Juara ........der ah

Pengarahan Oleh Bp.Ir. Surya Somantri MM Ketua RW 17 Griya Cinunuk Indah
Penyuluha Penyakit Tidak Menular Oleh dr.Catarina Irvanti dari Puskesman Desa Cinunuk yang dibantu dr.Dewi, Bidang Windy, Bidan Dewi dan Bp. Riki
di ikuti oleh segenap pengurus RT dan RW lingkup RW 17 dan segenap warga




Pemerilsaan Kesehatan meliputi :
Pemeriksaan Tekanan darah
Pemeriksaan gula dan korestrol




                                                                                                                                                                       


POSYANDU GCI RW 17

POSYANDU merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.

Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar program dan kegiatan untuk kelangsungan pelayanan di Posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.

Posyandu merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang dibentuk melalui musyawarah mufakat di desa/kelurahan dan dikelola oleh Pengelola Posyandu, yang dikukuhkan dengan keputusan Kepala Desa/Lurah.

POS YANDU TANGGULANGI GIZI BURUK

Membaca sebuah berita beberapa waktu lalu, masih banyak di Negeri ini Balita Khusnya bergizi buruk, untuk itu peran aktif masyarakat dalam menangani kasus balita gizi buruk ini. Ini penting agar jumlah balita penderita gizi buruk yang saat ini mencapai 9.627 orang bisa berkurang.“Meski penderita masih di bawah rata-rata nasional, tapi tetap saja jumlah itu sangat banyak dan memprihatinkan. Persoalan gizi buruk ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah, juga kader posyandu dan masyarakat yang harus di sosialisasi pananggulangannya Dikatakan, jika kader posyandu ikut menanggulangi balita gizi buruk, maka target penurunan jumlah balita gizi buruk sebesar 50% pada tahun ini dipastikan bakal tercapai. Kita bersyukur karena Kader Posyandu yang ada di RW.17 GCI ini masih berperan aktip dan berjalan setiap bulannya serta sarana cukup memadai, tinggal bagaimana kesadarana masyarakat dilingkungan kita ini untuk membawa balita dan ibu hamil memeriksakannya secara rutin keposyandu.”Sukses selalu buat kader posyandu GCI 17 yang di pelopori oleh Ibu Yoyon Darsono ( Ibu RW)".